Iklan

Pembuktian Ahok dan Temannya

Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama ketika menunggu pemeriksaan di ruang tunggu KPK, Jakarta, Selasa (12/4). Ahok memenuhi panggilan KPK terkait pemberian keterangan soal perkara pembelian lahan RS Sumber Waras   


Jakarta - Tak mau terus mendapat tudingan palsu, TemanAhok mengajak sejumlah pihak melakukan verifikasi 1 juta Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Sebanyak 100 undangan telah disebar.

Sejuta KTP ini merupakan bentuk dukungan kepada Ahok agar bisa maju dalam Pilkada DKI 2017 melalui jalur independen.

"Rencananya, hitung manual akan dilakukan pada Rabu, 29 Juni 2015, pukul 11.00-19.00 WIB, di halaman Sekretariat TemanAhok di Pejaten, Pasar Minggu," ucap Juru Bicara TemanAhok Amalia Ayuningtyas, saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin 27 Juni 2016.

Menurut dia, pihaknya telah menyebarkan sekitar 100 undangan ke semua elemen warga Jakarta, baik yang telah memberikan dukungan atau justru sebaliknya. Para undangan ini diminta datang sebagai saksi dalam rekapitulasi KTP bersama.

"Kami sengaja mengundang yang percaya ataupun yang tidak percaya terhadap pengumpulan KTP, agar menyaksikan rekapitulasi ini sehingga dapat menyudahi polemik yang beredar," kata Amalia.

Sebelumnya, TemanAhok menyatakan telah mengumpulkan 1 juta KTP. Namun, banyak yang tidak percaya dengan pernyataan tersebut. 

Ketidakpercayaan itu pernah dilontarkan oleh Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana (Lulung), Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, aktivis Ratna Sarumpaet, politikus Gerindra Habiburokhman, politikus PDIP Adian Napitupulu, Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik, Wakil ketua DPR Fadli Zon, serta musisi Ahmad Dhani.

Ahok pun mengajak Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham 'Lulung' Lunggana, untuk memverifikasi bersama 1 juta KTP hari ini. Lulung bukan saja mencurigai kejujuran pengumpulan 1 juta KTP ke TemanAhok. Tapi dia juga menyangsikan jumlah tersebut.

"Makanya mungkin Pak Lulung undang saja sekalian, biar bisa pilih nomor yang mana," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin 27 Juni 2016 malam.

Sebelumnya, Lulung menyebut 1 juta KTP yang terkumpul oleh TemanAhok adalah sebuah retorika. Dia bahkan berjanji akan mengiris telinganya jika Ahok maju Pilgub DKI 2017 jalur independen.

Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama ketika menunggu pemeriksaan di ruang tunggu KPK, Jakarta, Selasa (12/4). Ahok memenuhi panggilan KPK terkait pemberian keterangan soal perkara pembelian lahan RS Sumber Waras   


Jakarta - Tak mau terus mendapat tudingan palsu, TemanAhok mengajak sejumlah pihak melakukan verifikasi 1 juta Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Sebanyak 100 undangan telah disebar.

Sejuta KTP ini merupakan bentuk dukungan kepada Ahok agar bisa maju dalam Pilkada DKI 2017 melalui jalur independen.

"Rencananya, hitung manual akan dilakukan pada Rabu, 29 Juni 2015, pukul 11.00-19.00 WIB, di halaman Sekretariat TemanAhok di Pejaten, Pasar Minggu," ucap Juru Bicara TemanAhok Amalia Ayuningtyas, saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin 27 Juni 2016.

Menurut dia, pihaknya telah menyebarkan sekitar 100 undangan ke semua elemen warga Jakarta, baik yang telah memberikan dukungan atau justru sebaliknya. Para undangan ini diminta datang sebagai saksi dalam rekapitulasi KTP bersama.

"Kami sengaja mengundang yang percaya ataupun yang tidak percaya terhadap pengumpulan KTP, agar menyaksikan rekapitulasi ini sehingga dapat menyudahi polemik yang beredar," kata Amalia.

Sebelumnya, TemanAhok menyatakan telah mengumpulkan 1 juta KTP. Namun, banyak yang tidak percaya dengan pernyataan tersebut. 

Ketidakpercayaan itu pernah dilontarkan oleh Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana (Lulung), Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, aktivis Ratna Sarumpaet, politikus Gerindra Habiburokhman, politikus PDIP Adian Napitupulu, Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik, Wakil ketua DPR Fadli Zon, serta musisi Ahmad Dhani.

Ahok pun mengajak Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham 'Lulung' Lunggana, untuk memverifikasi bersama 1 juta KTP hari ini. Lulung bukan saja mencurigai kejujuran pengumpulan 1 juta KTP ke TemanAhok. Tapi dia juga menyangsikan jumlah tersebut.

"Makanya mungkin Pak Lulung undang saja sekalian, biar bisa pilih nomor yang mana," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin 27 Juni 2016 malam.

Sebelumnya, Lulung menyebut 1 juta KTP yang terkumpul oleh TemanAhok adalah sebuah retorika. Dia bahkan berjanji akan mengiris telinganya jika Ahok maju Pilgub DKI 2017 jalur independen.

0 Response to "Pembuktian Ahok dan Temannya"

Post a Comment

loading...