Iklan

Tonton, Musisi Eropa Bawa Musik Rock Batak di Tuktuk pada Agustus 2016

Related image
Tonton, Musisi Eropa Bawa Musik Rock Batak di Tuktuk pada Agustus 2016
BELANDA | BATAKNEWS-Austrian Batak Rock, merupakan suatu nama yang diciptakan untuk menggambarkan jenis pagelaran musik konser yang akan diadakan di Tuk-Tuk Samosir, pada Agustus 2016 ini.

Secara tidak langsung penyebutan itu, telah mengesankan bahwa akan mendatangkan artis atau musisi dari Eropa, Austria dan akan membawakan lagu-lagu Batak sesuai dengan genre musik band mereka, Tasha Band yaitu pop rock dan juga akan melantunkan lagu-lagu karya mereka sendiri.

Selain band ini, akan turut juga hadir musisi Austria Hermann Delago, yang mungkin masih fresh di ingatan kita semua, suasana yang menakjubkan saat pagelaran musik Orkestra oleh Hermann Delago bersama semua musisinya dari Austria, di Medan dan Samosir pada Agustus 2014 lalu.

Tasha Band merupakan salah satu band pendatang baru di dunia musik Austria, Eropa. Nama vokalisnya Tasha menjadi nama dari band tersebut. Tasha Band telah mengeluarkan beberapa album karya cipta sendiri.

Dan dengan album mereka yang paling terbaru bernama ”A Long Way” berhasil membawa mereka untuk tur musik di negara-negara Eropa dan ikut di festival-festival musik besar di Eropa untuk memperkenalkan musik dan lagu mereka yang mempunyai karakter dan power tersendiri, ditambah dengan vokal berkharisma  yang dimiliki oleh vokalisnya, Tasha. Sehingga dalam setahun agenda konser mereka, selalu banyak.

Di bulan Maret lalu, Tasha Band juga menjadi salah satu kontestan band di Austria, yang ikut dalam seleksi kompetisi musik bergengsi di Eropa, Eurovisie Song Festival.

Sebagai vokalis, Tasha juga sering diajak kolaborasi oleh band-band yang sudah sangat terkenal seperti salah satunya Serenity. Serenity adalah sebuah band yang membawakan jenis musik rock metal dan sudah sangat dikenal secara internasional.

Keikutsertaan Hermann Delago dalam rencana tur ke Samosir ini juga, akan memberi kepuasan tersendiri bagai semua fansnya yang sudah banyak di Indonesia. Terutama setelah pagelaran konser orkestranya di Medan dan di Samosir yang sangat memukau pada Agustus 2014 lalu.

Dan juga saat dia diwawancarai di program Kick Andy di studio Metro TV Jakarta, membuat banyak orang sangat mengaguminya, karena di samping sense of humornya yang tinggi, yang kadang suka mencampur-campur bahasa, Batak – Indonesia -Inggris, kecintaannya terhadap musik dan budaya Batak sangat jelas dinyatakan dan ditunjukkan lewat aktivitas musiknya selama ini.

Dalam setiap konsernya di Austria, beliau selalu membawakan lagu-lagu Batak, dengan gubahannya sesuai dengan konsep musik orkestra.

Hermann Delago sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia musik, setelah menamatkan kuliahnya dari sekolah musik atau konservatorium dan telah mengeluarkan beberapa album musik bergenre world music.

Menjadi diregent atau arranger sebuah group orkestra, merupakan pilihan dia setelah lama bergabung dengan group band, yang mana pada saat itu, band ini sempat memiliki nama besar di blantika musik pop rock Austria.

Kehadiran Tasha Band dan Hermann Delago di Samosir, Danau Toba pada Agustus nanti, merupakan suatu kebanggan tersendiri buat kita semua, dan patut kita beri apresiasi yang tinggi.

Karena di samping jadwal konser mereka di Austria, Eropa yang sangat padat, namun tetap berusaha untuk bisa mengatur waktunya, dan meng-iya-kan untuk tur ke Indonesia selama 10 hari.

Juga hal yang paling penting adalah mereka melakukan ini semua dengan kesukarelaan tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Hati mereka tergerak untuk melakukan ini karena didasari oleh kecintaan mereka terhadap alam Samosir, Danau Toba serta budayanya dan juga terhadap musik dan lagu-lagu Batak.

Nantinya mereka ini akan berkolaborasi dengan salah satu musisi, sing and song writer dari tanah Batak, Tongam Sirait.

Tongam Sirait merupakan salah satu musisi Batak yang sudah berkolaborasi dengan artis Eropa, dan merilis salah satu lagu ciptaannya di Eropa dengan artis Rumania, Voltaj.

Cara yang ditempuh Tongam ini merupakan salah satu wujud nyata dari beberapa keinginannya untuk lebih memperkenalkan lagu-lagu Batak/budaya Batak terhadap dunia luar.

Rencana tur ini pun bermula di saat Henry Manik, seorang warga Garoga, Kabupaten Samosir yang sudah bermukim di Belanda, menginisiasi ide ini.

Cara-cara pendekatan baik ke artis yang dia libatkan dan juga terhadap Pemerintah Kabupaten Samosir pun dilakukan. Keinginan untuk terus mencoba berbuat sesuatu yang nyata terhadap kampung halamannya, menjadi motivasi utamanya sejak dari dulu, di samping dukungan-dukungan positip yang dia dapatkan dari orang-orang sekelilingnya. Sedikit bicara banyak kerja, merupakan suatu kesan yang bisa terlihat dari kepribadiannya, yang tergolong pendiam.

Henry Manik yang hidup di Belanda dan menjadi seorang karyawan yang full time di salah satu perusahaan Belanda, selalu memanfaatkan waktu luangnya untuk melakukan hal-hal yang berkaitan dengan kampung halamannya. Kecintaanya terhadap kampung halaman selalu dia tunjukkan lewat aktivitas nyata.

Kesuksesan konser Hermann Delago bersama orkestranya di tahun 2014 merupakan, salah satu bukti, keuletan, kedisiplinan dan cara-cara pendekatan yang baik dan terbuka yang dia miliki terhadap semua orang yang terlibat di pagelaran saat itu. Dan juga kesukarelaan dalam berbuat merupakan modal utamanya yang terpenting

Dalam rencana Agutus tahun ini, Henry Manik juga akan berusaha untuk melakukan hal yang sama seperti 2014. Mencari dukungan ke berbagai pihak, untuk bisa mensukseskan acara ini. Di samping dukungan yang telah didapatkan dari Dinas Parsenibud Samosir, dia masih mengharapakan adanya dukungan dari pihak lain, baik dari pemerintah propinsi, pusat dan juga swasta.

Atas dukungan dari Dinas Parsenibud Samosir, rencana pagelaran ini pun menjadi salah satu bagian dari rangkaian event Horas Samosir Fiesta -Samosir Music International 2016.

Pagelaran ini direncanakan akan diadakan di Open Stage Tuk Tuk Siadong pada Sabtu, 27 Agusutus 2016, malam.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapakan akan bisa menjadi stimulasi menambah tingkat kunjungan wisata ke Samosir, Danau Toba. Karena di samping bisa menikmati keindahan alam Samosir dan danaunya, para pengunjung akan disuguhkan sebuah konser gratis. (BN-01)
Related image
Tonton, Musisi Eropa Bawa Musik Rock Batak di Tuktuk pada Agustus 2016
BELANDA | BATAKNEWS-Austrian Batak Rock, merupakan suatu nama yang diciptakan untuk menggambarkan jenis pagelaran musik konser yang akan diadakan di Tuk-Tuk Samosir, pada Agustus 2016 ini.

Secara tidak langsung penyebutan itu, telah mengesankan bahwa akan mendatangkan artis atau musisi dari Eropa, Austria dan akan membawakan lagu-lagu Batak sesuai dengan genre musik band mereka, Tasha Band yaitu pop rock dan juga akan melantunkan lagu-lagu karya mereka sendiri.

Selain band ini, akan turut juga hadir musisi Austria Hermann Delago, yang mungkin masih fresh di ingatan kita semua, suasana yang menakjubkan saat pagelaran musik Orkestra oleh Hermann Delago bersama semua musisinya dari Austria, di Medan dan Samosir pada Agustus 2014 lalu.

Tasha Band merupakan salah satu band pendatang baru di dunia musik Austria, Eropa. Nama vokalisnya Tasha menjadi nama dari band tersebut. Tasha Band telah mengeluarkan beberapa album karya cipta sendiri.

Dan dengan album mereka yang paling terbaru bernama ”A Long Way” berhasil membawa mereka untuk tur musik di negara-negara Eropa dan ikut di festival-festival musik besar di Eropa untuk memperkenalkan musik dan lagu mereka yang mempunyai karakter dan power tersendiri, ditambah dengan vokal berkharisma  yang dimiliki oleh vokalisnya, Tasha. Sehingga dalam setahun agenda konser mereka, selalu banyak.

Di bulan Maret lalu, Tasha Band juga menjadi salah satu kontestan band di Austria, yang ikut dalam seleksi kompetisi musik bergengsi di Eropa, Eurovisie Song Festival.

Sebagai vokalis, Tasha juga sering diajak kolaborasi oleh band-band yang sudah sangat terkenal seperti salah satunya Serenity. Serenity adalah sebuah band yang membawakan jenis musik rock metal dan sudah sangat dikenal secara internasional.

Keikutsertaan Hermann Delago dalam rencana tur ke Samosir ini juga, akan memberi kepuasan tersendiri bagai semua fansnya yang sudah banyak di Indonesia. Terutama setelah pagelaran konser orkestranya di Medan dan di Samosir yang sangat memukau pada Agustus 2014 lalu.

Dan juga saat dia diwawancarai di program Kick Andy di studio Metro TV Jakarta, membuat banyak orang sangat mengaguminya, karena di samping sense of humornya yang tinggi, yang kadang suka mencampur-campur bahasa, Batak – Indonesia -Inggris, kecintaannya terhadap musik dan budaya Batak sangat jelas dinyatakan dan ditunjukkan lewat aktivitas musiknya selama ini.

Dalam setiap konsernya di Austria, beliau selalu membawakan lagu-lagu Batak, dengan gubahannya sesuai dengan konsep musik orkestra.

Hermann Delago sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia musik, setelah menamatkan kuliahnya dari sekolah musik atau konservatorium dan telah mengeluarkan beberapa album musik bergenre world music.

Menjadi diregent atau arranger sebuah group orkestra, merupakan pilihan dia setelah lama bergabung dengan group band, yang mana pada saat itu, band ini sempat memiliki nama besar di blantika musik pop rock Austria.

Kehadiran Tasha Band dan Hermann Delago di Samosir, Danau Toba pada Agustus nanti, merupakan suatu kebanggan tersendiri buat kita semua, dan patut kita beri apresiasi yang tinggi.

Karena di samping jadwal konser mereka di Austria, Eropa yang sangat padat, namun tetap berusaha untuk bisa mengatur waktunya, dan meng-iya-kan untuk tur ke Indonesia selama 10 hari.

Juga hal yang paling penting adalah mereka melakukan ini semua dengan kesukarelaan tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Hati mereka tergerak untuk melakukan ini karena didasari oleh kecintaan mereka terhadap alam Samosir, Danau Toba serta budayanya dan juga terhadap musik dan lagu-lagu Batak.

Nantinya mereka ini akan berkolaborasi dengan salah satu musisi, sing and song writer dari tanah Batak, Tongam Sirait.

Tongam Sirait merupakan salah satu musisi Batak yang sudah berkolaborasi dengan artis Eropa, dan merilis salah satu lagu ciptaannya di Eropa dengan artis Rumania, Voltaj.

Cara yang ditempuh Tongam ini merupakan salah satu wujud nyata dari beberapa keinginannya untuk lebih memperkenalkan lagu-lagu Batak/budaya Batak terhadap dunia luar.

Rencana tur ini pun bermula di saat Henry Manik, seorang warga Garoga, Kabupaten Samosir yang sudah bermukim di Belanda, menginisiasi ide ini.

Cara-cara pendekatan baik ke artis yang dia libatkan dan juga terhadap Pemerintah Kabupaten Samosir pun dilakukan. Keinginan untuk terus mencoba berbuat sesuatu yang nyata terhadap kampung halamannya, menjadi motivasi utamanya sejak dari dulu, di samping dukungan-dukungan positip yang dia dapatkan dari orang-orang sekelilingnya. Sedikit bicara banyak kerja, merupakan suatu kesan yang bisa terlihat dari kepribadiannya, yang tergolong pendiam.

Henry Manik yang hidup di Belanda dan menjadi seorang karyawan yang full time di salah satu perusahaan Belanda, selalu memanfaatkan waktu luangnya untuk melakukan hal-hal yang berkaitan dengan kampung halamannya. Kecintaanya terhadap kampung halaman selalu dia tunjukkan lewat aktivitas nyata.

Kesuksesan konser Hermann Delago bersama orkestranya di tahun 2014 merupakan, salah satu bukti, keuletan, kedisiplinan dan cara-cara pendekatan yang baik dan terbuka yang dia miliki terhadap semua orang yang terlibat di pagelaran saat itu. Dan juga kesukarelaan dalam berbuat merupakan modal utamanya yang terpenting

Dalam rencana Agutus tahun ini, Henry Manik juga akan berusaha untuk melakukan hal yang sama seperti 2014. Mencari dukungan ke berbagai pihak, untuk bisa mensukseskan acara ini. Di samping dukungan yang telah didapatkan dari Dinas Parsenibud Samosir, dia masih mengharapakan adanya dukungan dari pihak lain, baik dari pemerintah propinsi, pusat dan juga swasta.

Atas dukungan dari Dinas Parsenibud Samosir, rencana pagelaran ini pun menjadi salah satu bagian dari rangkaian event Horas Samosir Fiesta -Samosir Music International 2016.

Pagelaran ini direncanakan akan diadakan di Open Stage Tuk Tuk Siadong pada Sabtu, 27 Agusutus 2016, malam.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapakan akan bisa menjadi stimulasi menambah tingkat kunjungan wisata ke Samosir, Danau Toba. Karena di samping bisa menikmati keindahan alam Samosir dan danaunya, para pengunjung akan disuguhkan sebuah konser gratis. (BN-01)

0 Response to "Tonton, Musisi Eropa Bawa Musik Rock Batak di Tuktuk pada Agustus 2016"

Post a Comment

loading...