Iklan

Kisah pelawak Edi Gombloh, habiskan masa tua berkebun salak

Image result for pelawak Edi Gombloh


 Edi Gombloh duduk santai di ruang tamu rumah toko yang ditinggalinya bersama Istrinya, Murtina Lubalu dan anak bontotnya Ayu Adina Anggraeni, di Pakem, Sleman. Mata kirinya ditutupi plastik transparan karena baru saja operasi katarak.

Di dinding-dinding ruang tamu itu tergantung banyak poster-poster film yang pernah dibintanginya, seperti Koboi Ngungsi, Inem Pelayan Sexy, Ketemu Jodoh dan lainnya.

"Maaf ini sebelumnya, matanya seperti bajak laut ini. Baru kemarin Kamis operasi katarak,
Di usianya yang sudah 74 tahun, Gombloh lebih banyak menghabiskan waktu di rumah menonton tv dan membaca koran. Sesekali dia juga melayani orang yang mau membeli di tokonya. Sementara sang Istri lebih banyak mengurus kebun salak di sebelah rumah mereka.

"Sehari-hari ya hanya seperti ini, duduk. Kadang di toko, terus beraktivitas supaya tidak pikun," ujar pelawak yang kerap beradu peran dengan aktor Benjamin S ini.

Gombloh sendiri memutuskan tinggal di Yogyakarta pada 2006 silam. Dia memutuskan hijrah dari Jakarta ke tanah kelahirannya karena sudah merasa sumpek dengan ibu kota.
Keputusannya untuk pindah ke Yogyakarta yaitu saat terjadi gempa. Saat itu dia dan teman-temannya mengirimkan bantuan ke Bantul.


"Waktu itu lewat daerah sini, suasananya kan tenang, adem juga hawanya. Saya mikir, enak kalau punya rumah di sini. Terus saya cari rumah, dapatlah ini," ungkapnya.

Meski demikian dia mengaku memang Jakarta menjanjikan banyak uang, namun di usianya sudah tidak produktif lagi, lebih baik jika menepi di kota seperti Yogyakarta.

baca juga : Nasib Artis Cilik Baim Kini Tak Disangka, Netizen Sampai Ramai-ramai Berdoa

"Kalau di Jakarta emang banyak peluang, dibanding di Yogya yang perputaran uangnya tidak terlalu kencang," tambahnya.

Gombloh mengaku cukup beruntung, dia bisa menghabiskan masa tua dengan tenang. Sebab banyak juga aktor dan artis yang masa tuanya justru berkebalikan dengan saat mereka masih berjaya.

"Kalau menurut kalian gimana saya? Saya tidak bisa bilang saya ini berkecukupan, tapi ya sederhana saja seperti ini. Uang juga dicukup-cukupin untuk kebutuhan. Yang penting itu kan bersyukur, apa pun kondisinya," ungkapnya.

Dia pun memegang prinsip lebih baik berusaha daripada harus menengadahkan tangan kepada orang lain. "Jangan sampailah menengadahkan tangan. Saya sejak dulu itu prinsipnya," tandasnya.
Image result for pelawak Edi Gombloh


 Edi Gombloh duduk santai di ruang tamu rumah toko yang ditinggalinya bersama Istrinya, Murtina Lubalu dan anak bontotnya Ayu Adina Anggraeni, di Pakem, Sleman. Mata kirinya ditutupi plastik transparan karena baru saja operasi katarak.

Di dinding-dinding ruang tamu itu tergantung banyak poster-poster film yang pernah dibintanginya, seperti Koboi Ngungsi, Inem Pelayan Sexy, Ketemu Jodoh dan lainnya.

"Maaf ini sebelumnya, matanya seperti bajak laut ini. Baru kemarin Kamis operasi katarak,
Di usianya yang sudah 74 tahun, Gombloh lebih banyak menghabiskan waktu di rumah menonton tv dan membaca koran. Sesekali dia juga melayani orang yang mau membeli di tokonya. Sementara sang Istri lebih banyak mengurus kebun salak di sebelah rumah mereka.

"Sehari-hari ya hanya seperti ini, duduk. Kadang di toko, terus beraktivitas supaya tidak pikun," ujar pelawak yang kerap beradu peran dengan aktor Benjamin S ini.

Gombloh sendiri memutuskan tinggal di Yogyakarta pada 2006 silam. Dia memutuskan hijrah dari Jakarta ke tanah kelahirannya karena sudah merasa sumpek dengan ibu kota.
Keputusannya untuk pindah ke Yogyakarta yaitu saat terjadi gempa. Saat itu dia dan teman-temannya mengirimkan bantuan ke Bantul.


"Waktu itu lewat daerah sini, suasananya kan tenang, adem juga hawanya. Saya mikir, enak kalau punya rumah di sini. Terus saya cari rumah, dapatlah ini," ungkapnya.

Meski demikian dia mengaku memang Jakarta menjanjikan banyak uang, namun di usianya sudah tidak produktif lagi, lebih baik jika menepi di kota seperti Yogyakarta.

baca juga : Nasib Artis Cilik Baim Kini Tak Disangka, Netizen Sampai Ramai-ramai Berdoa

"Kalau di Jakarta emang banyak peluang, dibanding di Yogya yang perputaran uangnya tidak terlalu kencang," tambahnya.

Gombloh mengaku cukup beruntung, dia bisa menghabiskan masa tua dengan tenang. Sebab banyak juga aktor dan artis yang masa tuanya justru berkebalikan dengan saat mereka masih berjaya.

"Kalau menurut kalian gimana saya? Saya tidak bisa bilang saya ini berkecukupan, tapi ya sederhana saja seperti ini. Uang juga dicukup-cukupin untuk kebutuhan. Yang penting itu kan bersyukur, apa pun kondisinya," ungkapnya.

Dia pun memegang prinsip lebih baik berusaha daripada harus menengadahkan tangan kepada orang lain. "Jangan sampailah menengadahkan tangan. Saya sejak dulu itu prinsipnya," tandasnya.

0 Response to "Kisah pelawak Edi Gombloh, habiskan masa tua berkebun salak"

Post a Comment

loading...